Showing posts with label Provinsi D.I Yogyakarta. Show all posts
Showing posts with label Provinsi D.I Yogyakarta. Show all posts
Mengenal Kampung Dolanan Dusun Pandes di Bantul

Mengenal Kampung Dolanan Dusun Pandes di Bantul

Kampung Dolanan Dusun Pandes

Hy,ketemu lagi dengan admin kali ini admin akan memberikan informasi tentang Kampung Dolanan yang ada di Bantul ingin mengenal lebih lanjut tentang Kampung Dolanan ini langsung saja simak artikel ini

Image
Apa yang terbesit di pikiran pembaca semua saat mendengar kata dolanan atau permainan?pasti sesuatu yang mengasyikkan kan nah di Kabupaten Bantul,DIY ada dusun yang mayoritas penduduknya memproduksi mainan dari bambu ataupun kertas sehingga dusun ini dikenal dengan nama Kampung Dolanan
Awal mula nama Kampung Dolanan adalah saat momentum gempa bumi 2006 menjadi titik dimana Wahyudi, selaku perintis lahirnya kampung dolanan ini melakukan sebuah pergerakan.Memiliki rasa senasib dan sepenanggungan pada saat itu, menjadi sebuah langkah kecil untuk mengumpulkan kembali semangat masyarakat Pandes untuk menunjukkan kearifan lokalnya.Kemudian didirikanlah Komunitas Pojok Budaya yang memberikan desa Pandes sebagai Kampung Dolanan
“Tahun 2007, Komunitas Pojok Budaya didirikan di kampung dolanan ini.Dimana tujuan utamanya melihat kembali potensi dusun Pandes”, ungkap Bimo, Ketua Komunitas Pojok Budaya.
Visi dari komunitas ini adalah ingin membantu dalam perwujudan masyarakat yang mandiri, berbudaya, religius dan peduli lingkungan sekitar. Komunitas yang terdiri dari Karang Taruna dan masyarakat Pandes pun memiliki kegiatan, misalnya saja adanya Kelompok Bermain Among Siwi dan juga kegiatan Insidental lainnya, seperti pelestarian budaya dan paket outbond untuk para pengunjung.
Kelompok Bermain Among Siwi ini memiliki sistem pembelajaran yang satu visi dengan kampung dolanan, yaitu mempergunakan alam dan alat-alat traadisional sebagai media pembelajarannya. Begitu juga dengan paket outbond yang ditawarkan berbeda dari outbond pada umumnya. Kampung Dolanan memberikan sebuah pembelajaran dalam membuat dolanan langsung dari simbah-simbah.Begitu juga pelestarian budaya yang ada di desa ini, seperti gejog lesung, karawitan, wayang dan jatilan.
Itu tadi adalah sekilas tentang Kampung Dolanan.
Galeri Kampung Dolanan:
Dusun Pandes, Mainan Anak, Dolanan Anak, foto: Barata
Dusun Pandes, Mainan Anak, Dolanan Anak, foto: Barata
Dusun Pandes, Mainan Anak, Dolanan Anak, foto: Barata
Dusun Pandes, Mainan Anak, Dolanan Anak, foto: Barata


Bagaimana,tertarik mengunjungi Kampung Dolanan ini?

"Indonesia Bagus"

Kebudayaan Jawa di Indonesia

Kebudayaan Jawa di Indonesia



Sekilas info tentang suku Jawa. Suku Bangsa Jawa adalah suku bangsa terbesar di indonesia. Jumlahnya mungkin ada sekitar 90 juta atau lebih. Mereka berasal dari pulau jawa dan terutama ditemukan di provinsi jawa tengah dah jawa timur, tetapi di provinsi jawa barat banyak ditemukan suku jawa, terutama dikabupaten indramayu dan cirebon yang mayoritas masyarakatnya merupakan orang-orang jawa yang berbahasa dan berbudaya jawa. Dan di wilayah-wilayah lain juga terdapat populasi mereka. Suku jawa juga memiliki sub-suku, yaitu seperti osing dan tengger

Bahasa Jawa memiliki aturan perbedaan kosa kata dan intonasi berdasarkan hubungan antara pembicara dan lawan bicara yang biasa dikenal dengan ungguh-ungguh. Hal tersebutlah yang membedakan antara bahasa jawa yang dianggap kasar dan halus.

Sedangkan kepercayaan suku jawa yaitu sebagian besar menganut agama islam. Tetapi yang menganut agama protestan dan khatolik juga banyak. Mereka juga terdapat di daerah pedesaan. Selain itu juga ada penganut agama buddha dan hindu, ada pula agama kepercayaan suku jawa yang disebut sebagai agama kejawen. Kepercayaan ini terutama berdasarkan kepercayaan animisme. Sedangkan profesi suku jawa di indonesia mempunyai pekerjaan disegala bidang, terutama pegawai negri sipil dan militer. Orang jawa agak lemah dalam bidang bisnis dan industri, dan tidak asing lagi masyarakat jawa lebih menonjol di bidang pertanian sebagai petani.

Orang jawa memiliki stereotipe sebagai sukubangsa yang sopan dan halus, akan tetapi mereka juga terkenal sebagai suku bangsa yang tertutup dan tidak mau terus terang. Ini disebabkan karena mereka tidak ingin terjadi konflik. Karena itulah mereka justru cenderung diam dan tidak membantah bila terjadi perbedaan pendapat. Namun tidak semua orang jawa memiliki sikap tertutup, banyak juga terdapat masyarakat suku jawa yang memiliki watak lugas, terbuka, terus terang, apa adanya, dan tidak suka basa-basi.

Masyarakat jawa juga terkenal akan pembagian golongan-golongan sosialnya. Pada tahun 1960-an seorang pakar antropologi Amerika yg bernama Clifford Geertz membagi masyarakat jawa menjadi tiga kelompok yaitu kaum santri, abangan dan priyayi. Kelompok santri adalah penganut islam yang taat, sedangkan kelompok abangan adalah kelompok penganut islam secara nominal atau penganut kejawen, dan kaum priyayi adalah kaum bangsawan atau yang sering kita sebut sebagai kaum darah biru.

Orang jawa juga terkenal dengan budaya seninya terutama dipengaruhi oleh agama hindu-buddha, yaitu pementasan wayang. Repertoar cerita wayang atau lakon sebagian besar berdasarkan wiracarita ramayana dan mahabrata. Tetapi pengaruh islam dan dunia barat ada pula.