Showing posts with label Provinsi Jawa Tengah. Show all posts
Showing posts with label Provinsi Jawa Tengah. Show all posts
Mengenal Kampung Dolanan Nusantara Magelang

Mengenal Kampung Dolanan Nusantara Magelang

Kampung Dolanan Magelang


    Hy semua....... apa kabar kah ? baik-kah ? atau apa-kah ?
Sekarang mari kita kupas kampung unik di Indonesia. Kita akan membahas kampung dolanan yang terdapat di Magelang. Kampung dolanan ? ya....  dari pada penasaran, langsung saja.



Letak Kampung Dolanan Magelang

    Desa ini terletak Desa Sodongan, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Jadi, jika kalian lagi jalan-jalan ke Magelang kalian wajib mengunjungi desa ini


Mengenal Kampung Dolanan Nusantara


    Suasana di Kampung ini sangat menenangkan hati. Bagaimana tidak, ketika Aangin berhembus menggoyangkan rerimbunan daun, yang menyebabkan sinar matahari bergerak-gerak menari.

    Kampung dolanan ini dijaga oleh seorang Lurah, yang bernama Abbet Nugroho. Kampung ini adalah Kampung alternatif yang berisi Banyak permainan tradisional seperti egrang, gerobak sodor, kucing-kucingan, dan masih banyak lagi. Di desa ini tidak hanya disuguhkan satu permainan saja, tetapi puluhan atau mungkin ribuan permainan


Kampung Dolanan Nusantara suguhkan warisan Nenek Moyang


    Permainan Tradisional tidak hanya menjadi keunikan saja tetapi juga dapat menumbuhkan sosial. Kita lihat saja, anak-anak zaman sekarang lebih suka bermain Playstation atau Video Game, ya memang mereka mendapatkan beberapa manfaat seperti bisa berbahasa Inggris dan menguasai IPTEK. Tetapi, mereka tidak dapat bersosialisasi dan berkreativitas.

*************

"Ayo lestarikan permainan Tradisional, sebagai  warisan Leluhur Nenek Moyang kita "





Pesona Kampung Laut Cilacap

Pesona Kampung Laut Cilacap

Kampung Laut Cilacap

Hy,ketemu lagi dengan admin setelah sebelumnya admin membahas tentang Kampung Dolanan Pandes sekarang adminakan membahas tentang Kampung Laut yang ada di Cilacap.Ingin tahu tentang pesona Kampung Laut Cilacap simak artikel ini.


Tentang Kampung Laut

Kampung Laut adalah sebutan untuk seluruh pemukiman yang berada di Segara Anakan, yaitu kawasan perairan yang terletak di antara daratan Cilacap sebelah Barat dengan Pulau Nusakambangan.

Sejarah dan Pola Pemukiman di Kampung Laut
Menurut cerita rakyat yang sampai sekarang masih dipercaya kebenarannya oleh masyarakat setempat. Penduduk asli Kampung Laut adalah anak keturunan dari para prajurit Mataram. Para prajurit Mataram pada waktu itu datang ke daerah Kampung Laut untuk mengamankan daerah perairan Segara Anakan dari gangguan bajak laut orang Portugis. Para prajurit itu dipimpin oleh empat orang wiratamtama, yaitu yang bernama Jaga Playa, Jaga Praya, Jaga Resmi dan Jaga Laut. Berkat kesaktian dari para wiratamtama itu maka perairan Cilacap dan Segara Anakan akhirnya aman, bebas dari gangguan bajak laut.

Setelah keadaan aman, ternyata para wiratamtama dan anak buahnya itu tidak mau kembali ke pusat kerajaan Mataram, melainkan tetap tinggal di kawasan Cilacap dan sekitarnya misalnya Jaga Playa dan Jaga Praya kemudian bermukim di daerah yang sekarang disebut Klapalima, sementara itu Jaga Resmi dan Jaga Laut memilih tinggal di Pulau Nusakambangan. Jaga Resmi bermukim di daerah yang kini disebut Legok Pari, sedangkan Jaga Laut bertempat tinggal di Gebang Kuning atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama Kembang Kuning.

Ketika supremasi Kerajaan Mataram makin melemah dan akhirnya dikuasai oleh pemerintah Hindia Belanda, banyak daerah yang tadinya merupakan daerah kekuasaan Mataram, beralih menjadi kekuasaan Hindia Belanda. Demikian Cilacap dan Nusakambangan waktu itu juga di bawah kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda dipilih untuk pembuangan orang-orang yang dianggap melanggar hukum dan kekuasaan pemerintah Hindia Belanda.

Para narapidana yang ada di Nusakambangan waktu itu belum diurus dengan baik oleh pemerintah Hindia Belanda, sehingga tidak sedikit dari mereka yang mengganggu penghuni-penghuni Pulau Nusakambangan sebelumnya, yaitu anak-anak keturunan Jaga resmi dan Jaga Laut dan anak buahnya. Karena itu mereka lalu menyingkir dari Pulau Nusakambangan, dan membuat rumah-rumah tempat tinggal mereka di laut Segara Anakan. Di Segara Anakan ini kemudian berdiri kelompok-kelompok pemukiman yang berupa kumpulan rumah tinggal, rumah tinggal yang berujud rumah panggung. Sejalan dengan perkembangan jaman, masing-masing kelompok perumahan itu makin berkembang, sehingga akhirnya membentuk sesuatu kampung. Kampung-kampung seperti itu tersebar di kawasan Segara Anakan. Karena kampung-kampung itu berada di perairan laut ( Segara Anakan ), maka kemudian disebut Kampung Laut. Nama lain dari Kampung Laut adalah Bejagan atau Pejagan. Nama ini juga terkait dengan cerita diatas, bahwa Segara Anakan adalah tempat para prajurit kerajaan Mataram melakukan penjagaan agar daerah ini aman, bebas dari gangguan para bajk laut.

Pada masa kemerdekaan, beberapa perkampungan yang saling berdekatan bergabung menjadi suatu kelurahan atau desa. Secara administratif Kampung Laut sekarang terbagi menjadi tiga wilayah desa, yaitu Ujungalang, yang terletak di Selatan, Ujunggagak atau Karanganyar disebelah barat dan Panikel yang berada di Sebelah Utara.

Hingga tahun 1970 an sampai awal tahun 1980 an rumah-rumah tempat tinggal di Kampung Laut masih berupa rumah panggung. Rumah-rumah itu wujudnya seperti rumah-rumah Jawa pada umumnya, yaitu berbentuk segi empat dengan atap model Kampung Srotong atau Limasan, dibangun di atas tiang-tiang kayu tancang. Tinggi tiang-tiang penopang ini berkisar antara 4 hingga 7 meter, yang ditancapkan ke dasar laut pada waktu air surut. Kerangka rumah umumnya terbuat dari kayu tancang, yang waktu itu mudah didapat di hutan-hutan bakau. Ada juga yang menggunakan balok atau papan kayu laban atau jenis kayu yang lain yang dapat diperoleh dari Nusakambangan. Lantai dan kerangka atap (kaso dan reng) umumnya juga dari kayu tancang, yang berukuran kecil dan lurus-lurus. Dinding rumah cukup bervariasi. Ada yang terbuat dari papan kayu atau gebyok, ada yang terbuat dari bamboo yang dianyam, atau ada pula yang berupa welit atau kajang, yaitu anyaman daun nipah. Atap umumnya berupa welit daun nipah atau seng. Atap genteng tidak disukai karena berat. Pola letak perumahan umumnya berderet memanjang. Bila ada dua deret, maka rumah-rumah yang ada di deret yang satu, akan dibangun menghadap pada deret yang lain, dan diantara dua deret rumah itu ada jalur jalan seperti jembatan, yang juga terbuat dari kayu. Suatu kampung dapat terdiri dari 4 deret rumah atau lebih.


Menjelang tahun 1980-an rumah-rumah panggung seperti tersebut di atas makin menghilang. Penyebabnya, kecuali orang makin sulit mendapatkan kayu tancang atau kayu-kayu jenis lain yang dipandang baik untuk bangunan rumah, juga makin cepatnya laju pendangkalan laut sebagai akibat dari sedimentasi Lumpur yang setiap saat ditumpukkan oleh sunga0sungai yang ada di sebelah Utara Segara Anakan. Menghadapi situasi yang demikian itu, ada orang yang tidak mengganti tiang-tiang penopang rumahnya yang rusak dengan kayu, emalinkan kemudian meguruk kolong rumah panggungnya dengan tanah yang diambil dari Nusakambangan atau memanfaatkan tanah timbul. Sedikit demi sedikit, kolong rumah yang tadinya berupa ruangan yang berair, makin terisi dengan tanah. Akhirnya seluruh kolong rumah terisi dengan tanah. Keberhasilan menguruk kolong-kolong rumah itu kemudian ditiru oleh seluruh warga kampung. Bahkan kolong-kolong jembatan yang untuk jalan, secara gotong royong juga diurug, sehingga akhirnya seluruh areal tempat pemukiman itu menjadi daratan. Dewasa ini sudah sulit untuk mendapatkan rumah panggung yang berdiri di atas air laut.

Bentuk atau model bangunan rumahpun banyak yang berubah, berganti dengan bentuk atau model rumah-rumah modern sebagaimana yang terdapat di kota-kota. Bahan-bahan bangunan rumah tidak lagi didominasi oleh bahan kayu. Bahan kayu umumnya hanya untuk kerangka atap dan kusen-kusen. Lantai yang dulu kayu sekarang telah diganti dengan semen atau keramik. Demikian pula dindingnya. Atap yang dulu berupa seng atau welit, sekarang umumnya berupa genteng dari tanah liat.

Walaupun dalam bentuk dan bahan bangunan rumah telah banyak mengalami perubahan, tetapi dalam pola tata letak perumahan, terutama di pemukiman-pemukiman yang penghuninya yang bermata pencaharian sebagai nelayan, masih banyak yang mengikuti pola lama. Seperti telah disebutkan diatas, pola tata letak perumahan model lama adalah pola berderet. Dalam satu deret rumah-rumah menghadap kea rah yang sama. Dihadapan rumah-rumah itu ada jalan umum. Jalan ini juga akan menajdi patokan untuk menghadapkan rumah-rumah yang berada di deret di hadapannya, sehingga terbentuk pola tata letak perumahan dua deret dimana tengahnya terbentang jalur jalan umum.

Untuk kepentingan kemudahan tranportasi air, dibelakang rumah-rumah yang berderet itu dibuat saluran air atau parit yang menghubungkan pemukiman itu ke laut. Dermaga-dermaga kecil terletak dibelakang rumah-rumah tinggal. Jadi kalau jalan darat berada di antara dua deret rumah yang saling membelakang (Ungkur-ungkuran, red : Bahasa Jawa ).

Kondisi Geografis dan Ekologis Kampung Laut

Secara geografis posisi Kampung Laut atau Segara Anakan berada di sebelah Barat Kota Cilacap. Untuk menuju ke daerah itu kita dapat menggunakan perahu motor atau compreng, angkutan umum dari pelabuhan Sleko Cilacap. Untuk sampai di desa terdekat, yaitu Ujungalang, memakan waktu sekitar satu hingga dua jam.

Segara Anakan itu sendiri adalah suatu laguna yang dalam hubungannya dengan Samudera Hindia dipisahkan oleh pulau Nusakambangan. Akibat dari adanya Pulau Nusakambangan itu maka, keganasan ombak Samudera Hindia menjadi terhalang, sehingga keadaan perairan di Segara Anakan relatif tenang. Air laut Samudera Hindia masuk ke laguna ini melalui plawangan atau pintu selat Nusakambangan baik yang ada di ujung Timur maupun di ujung Barat. Di Segara Anakan, air laut Samudera Hindia itu bertemu dengan air tawar yang ditumpahkan oleh sungai-sungai yang mengalir dari daratan tinggi disebelah Utara, misalnya sungai Citandui, sungai Cibeureum, sungai Cikonde, sungai Cemeneng, dan lain-lain. 


Sungai-sungai tersebut, kecuali memasok air tawar, juga terlebih pada waktu musim penghujan menumpahkan Lumpur-lumpur hasil erosi tanah daratan, ke Segara Anakan. Akibatnya, Segara Anakan makin hari makin bertambah dangkal. Di sana-sini kemudian muncul tanah timbul atau mud island. Ditanah timbul itu kemudian tumbuh tumbuhan dari jenis-jenis Mangrove. Kalau dulu sebelum tahun 1970-an desa Panikel yang berada di ujung Utara orang memandang ke Selatan, akan melihat secara jelas hutan di pulau Nusakambangan. Dari desa Panikel orang juga dapat melihat desa-desa lain seperti Muara Dua, Karanganyar, Majingklak, dan lain-lain. Tetapi sekarang tidak lagi dapat dilihat, karena pemandangan telah terhalang oleh hutan-hutan mangrove yang tumbuh di areal-arela tanah timbul.


Tanah timbul adalah daratan baru yang terbentuk karena tingginya laju sedimentasi di Segara Anakan. Setiap saat, lebih-lebih pada musim penghujan, sungai-sungai yang bermuara di Segara Anakan selalu mengangkut Lumpur dari hasil erosi di daratan di sebelah Utara. Akibatnya, perairan Segara Anakan makin dangkal dan beberapa tempat dangkalan ini berubah menjadi daratan. Disinilah kemudian timbul hutan-hutan Mangrove. 


Hutan Mangrove di Segara Anakan tergolong mempunyai diversitas vegetasi yang tinggi. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Pusat Studi Asia Pasifik (PSAP) UGM tahun 2001 – 2002, menunjukan bahwa di suatu kawasan hutan Mangrove di Segara Anakan, dapat ditemukan sekitar 30 spesies tumbuhan. Beberapa tumbuhan yang terdapat di hutan Mangrove di wilayah ini antara lain adal api-api (jenis avicenia yaitu : Avicenia Alba, Avecinia Marina, dan Avecenia Oficenalis), Bogem (Sconneratia Alba), bakau (ada dua macam yaitu Rizophora, Mucronata dan Rozophora Apiculata), tancang (Bruguirea sp), Nyirih (Xylocarpus Granatum), Nyuruh (Carberaodolam), nipah (Nypa Fructicans) dan lain-lain. Disamping itu juga masih termasuk tumbuh-tumbuhan Mangrove adalah jenis-jenis perdu seperti jrajon (Acanthus Ilicifolius), jrujon lanang (Acanthus Sp), krakas (Scripus Aurium), prepatan (Scripus Grossus), gadelan (Derris Heterophylla), wlingi (Fimbristttylis Feruginea) dan lain-lain. Sebagai ekosistem pasang surut, ekosistem hutan Mangrove akan didominasi air laut ketika air pasang, dan ketika air surut yang dominant adalah air tawar. Dengan demikian, komoditas hutan Mangrove mempunyai toleransi yang lebar terhadap perubahan salinitas.


Hutan Mangrove di Segara Anakan merupakan habitat dari berbagai satwa liar. Kalau kita berlayar dengan menggunakan jakung (perahu kecil) atau compreng (perahu yang berukuran lebih besar yang dapat mengangkut belasan orang penumpang) menyusuri kanal-kanal di sela-sela hutan Mangrove yang oleh masyarakat setempat disebut kali atau lorongan. Ditempat itu kita sering berjumpa dengan berbagai satwa liar. Monyet-monyet yang bergelantungan dipohon bogem atau api-api, lingsang yang dengan lincahnya menyelam dan mengapung dia ir tepian kanal, atau berbagai jenis burung seperti bangau, kunthul, cikakak, supiturang yang berbulu indah dan lain-lain dapat kita temui. 


Sementara itu, perairan yang ada dibawah hutan Mangrove dapat dikatakan merupakan ekosistem yang kaya akan berbagai jenis plangton dan komonitas benthik yang produktifitas hasil laut yang tinggi. Jenis-jenis pohon tertentu di hutan Mnagrove (misalnya pohon bakau) dengan bentuk akarnya yang khas dapat berfungsi sebagai rumpon yang merupakan tempat yang cocok untuk pemisahan satwa liar. Oleh sebab itulah oleh para ahli biologi perairan Segara Anakan dapat dikatakan sebagai daerah asuhan (nursery ground) misalnya untuk berbagai jenis ikan, udang dan kepiting. Segara Anakan yang mempunyai dua plawangan (pintu)yaitu plawawangan timur dan plawangan barat di kedua ujung Pulau Nusakambangan, membuat kawasan ini mempunyai hubungan perairan yang langsung dengan Samudera Hindia. Pada waktu yang lalu, saat kedalaman perairan Segara Anakan dan plawangan-plawangannya masih cukup dalam, ikan-ikan pengembara (migratory species) dari berbagai lautan, banyak yang singgah di Segara Anakan. Mereka bersama-sama ikan-ikan lokal yang lain dapat memperoleh makanan di Segara Anakan.

Akses ke Kampung Laut

1.Bisa menyewa kapal nelayan
2.Bisa dengan kapal reguler
3.Bisa melalui jalur darat tetapi baru 2 desa yang bisa dilalui jalur darat yaitu desa Ujunggagak dan Panikel  untuk melalui jalur darat bisa lewat Bantarsari Selatan kecamatan Kawunganten

Itu,tadi adalah sekilas tentang Kampung Laut yang ada di Cilacap.Bagaimana,berniat mengunjunginya?

"Indonesia itu Indah Jangan di Rumah Saja"


Cuplikan Wisata di Kota Purwokerto

Cuplikan Wisata di Kota Purwokerto


Kali ini mimin share tidak jauh-jauh dari kampung halaman heheh...
Nama Purwokerto mungkin masih terdengar asing dalam kategori wisata. Ibu kota dari Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah ini terbilang kalah pamor bila dibandingkan dengan kota-kota di Jawa Tengah lainnya seperti Solo, Semarang dan lainnya.
Padahal siapa yang menyangka, kalau ternyata Purwokerto memiliki banyak tempat tujuan wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi. Jika Anda berkunjung ke kota ini, ada 10 tempat yang kami rekomendasikan sebagai tujuan wisata.

1. Baturraden


Baturraden

Cukup 15 menit saja dari pusat kota, Anda sudah bisa menemukan tempat wisata di Purwokerto bernama Baturraden. Ya, Baturraden ini adalah kawasan yang memiliki beberapa wahana seperti kolam renang, kolam luncur, sepeda air dan pemandian air panas. Dengan membayar 14.000 Rupiah saja Anda sudah bisa menikmati sejuknya kawasan Baturraden ini. Terlebih lagi, kawasan ini terkenal sebagai kawasan bebas polusi saat malam ataupun siang hari. Selain itu, di malam hari Anda bisa menikmati lukisan langit dengan gemerlap bintang yang cantik.

2. Telaga Sunyi


Telaga Sunyi

Letak Telaga Sunyi ini sekitar 3 km di timur kawasan Baturraden. Dengan kawasan telaga yang alami dan juga airnya yang dingin, kawasan ini merupakantempat wisata alam yang patut Anda kunjungi jika sedang berlibur ke Purwokerto. Di waktu tertentu, Anda bahkan bisa melihat banyak kupu-kupu dan capung yang terbang di sekitar telaga. Pemandangan seperti itu tentu sudah sangat langka pada zaman modern ini, Anda juga tidak akan menemukan pemandangan ini di kota besar.

3. Pancuran 3 dan Pancuran 7


Pancuran 3 dan Pancuran 7

Masih di kawasan yang sama dengan Baturraden, Anda bisa menemukan tempat wisata air hangat yaitu Pancuran 3 dan Pancuran 7. Tempat ini sering kali dimanfaatkan sebagai tempat untuk pengobatan berbagai macam penyakit, karena air yang ada di sini merupakan air dengan kandungan belerang yang tidak berbahaya dan baik untuk kesehatan.
Anda tidak hanya bisa menikmati wahana airnya, tetapi juga menikmati pemandangan di sekitar yang akan menghilangkan rasa penat dan lelah Anda. Untuk bisa mencapai pancuran 3 dan pancuran 7 ini, Anda harus berjuang keras melalui ratusan anak tangga. So, jangan lupa siapkan stamina tubuh Anda kalau tidak ingin keok di tengah jalan.
4. Curug Cipendok


Curug Cipendok

Letaknya di Desa Karangtengah, Cilongok, Banyumas, atau sekitar 25 km dari pusat kota Purwokerto. Curug dengan pemandangan yang masih alami ini memiliki udara yang sejuk, karena letaknya yang berada di dataran tinggi. Walau begitu, akses untuk menuju tempat wisata di Purwokerto ini ternyata sudah cukup bagus sehingga memudahkan bagi Anda yang ingin berkunjung kemari.
Setelah perjalanan yang panjang menuju tempat wisata di Purwokerto ini, Anda bisa langsung terjun ke genangan di bawah air terjun setinggi 100 meter ini. Saat perjalanan pulang dari air terjun ini, Anda bisa menikmati kuliner tempe mendoan dan juga susu murni yang dijajakkan di warung-warung tepi jalan. Sambil menikmati mendoan, Anda akan ditemani oleh kicauan burung yang merdu.

5. Gua Maria Kaliori


Gua Maria Kaliori

Selain wahana untuk berpetualang, ada juga tempat wisata yang berfungsi sebagai wisata rohani. Adalah Gua Maria Kaliori yang letaknya 20 km dari pusat kota Purwokerto. Di lahan seluar 5,6 hektar ini, Anda bisa menemukan berbagai fasilitas seperti pendopo untuk istirahat, gereja untuk beribadah hingga dudukan kursi di bawah pohon yang rindang. Di sini Anda juga bisa berziarah ke makam dengan patung-patung malaikat. Ada juga patung Bunda Maria yang sudah diberkati oleh Paus Paulus II, tidak heran jika banyak orang datang kemari untuk memperoleh ketenangan batin.
6. Gua Sarabadak


Gua Sarabadak

Gua ini adalah salah satu gua yang cocok untuk Anda yang suka tantangan. Untuk bisa mencapai gua ini Anda harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang cukup melelahkan. Walau lelah dalam perjalanan, Anda akan terpuaskan dengan batuan warna keemasan dan juga aliran air segar alami di gua ini. Tidak hanya air dingin, di sini juga ada siraman air panas lho. Unik kan?
7. Wanawisata Baturraden


Wanawisata Baturraden

Sekitar 2 km dari kawasan Baturraden terdapat keindahan hutan dan alam yang cocok untuk dijadikan kawasan perkemahan. Wanawisata ini bisa menampung hingga 1000 tenda, sehingga sangat cocok digunakan sebagai lokasi kegiatan outbound bersama teman-teman kantor. Selain itu, ada juga cagar alam, pembibitan tanaman seperti cemara dan pinus. Hutan di sini masih sangat alami, sehingga Anda akan merasakan udara sejuk yang menyegarkan badan juga pikiran.
8. Kawasan Wisata Kuliner Jalan Prof Dr. Suharso


Kawasan Wisata Kuliner Jalan Prof Dr. Suharso

Kawasan ini juga disebut dengan kawasan GOR Satria Purwokerto. Di kawasan ini, Anda bisa menemukan berbagai jenis makanan, termasuk makanan khas dari Purwokerto yaitu mendoan. Mulai dari yang kaki lima hingga restoran bagus bisa Anda pilih di kawasan ini. Selain mendoan, ada juga getuk goreng yang hanya bisa Anda temukan di Purwokerto, wajib dicoba bagi para pecinta kuliner!

9. Pemandian Kalibacin


Pemandian Kalibacin

Sekitar 17 km dari Purwokerto, terdapat Pemandian Kalibacin yang berlokasi di desa Tambak Negara, kecamatan Rawalo. Pemandian ini memiliki nama lain yaitu Wisata Husada, karena Anda tidak hanya menikmati pemandian yang segar namun juga bisa menyembuhkan penyakit kulit serta tulang. Kawasan wisata Pemandian Kalibacin juga merupakankawasan wisata sejarah peninggalan Belanda.

10. Combong Valley


Combong Valley

Jika Anda menyukai kegiatan outbound, Combong Valley adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi di Purwokerto. Di tempat ini Anda bisa menikmati wahana paint ball yang seru. Akan lebih tepat jika Anda datang bersama rombongan dan menikmati kegiatan outbound beramai-ramai.
 Itulas cuplikan tempat wisata di Kota Purwokerto
Kebudayaan Jawa di Indonesia

Kebudayaan Jawa di Indonesia



Sekilas info tentang suku Jawa. Suku Bangsa Jawa adalah suku bangsa terbesar di indonesia. Jumlahnya mungkin ada sekitar 90 juta atau lebih. Mereka berasal dari pulau jawa dan terutama ditemukan di provinsi jawa tengah dah jawa timur, tetapi di provinsi jawa barat banyak ditemukan suku jawa, terutama dikabupaten indramayu dan cirebon yang mayoritas masyarakatnya merupakan orang-orang jawa yang berbahasa dan berbudaya jawa. Dan di wilayah-wilayah lain juga terdapat populasi mereka. Suku jawa juga memiliki sub-suku, yaitu seperti osing dan tengger

Bahasa Jawa memiliki aturan perbedaan kosa kata dan intonasi berdasarkan hubungan antara pembicara dan lawan bicara yang biasa dikenal dengan ungguh-ungguh. Hal tersebutlah yang membedakan antara bahasa jawa yang dianggap kasar dan halus.

Sedangkan kepercayaan suku jawa yaitu sebagian besar menganut agama islam. Tetapi yang menganut agama protestan dan khatolik juga banyak. Mereka juga terdapat di daerah pedesaan. Selain itu juga ada penganut agama buddha dan hindu, ada pula agama kepercayaan suku jawa yang disebut sebagai agama kejawen. Kepercayaan ini terutama berdasarkan kepercayaan animisme. Sedangkan profesi suku jawa di indonesia mempunyai pekerjaan disegala bidang, terutama pegawai negri sipil dan militer. Orang jawa agak lemah dalam bidang bisnis dan industri, dan tidak asing lagi masyarakat jawa lebih menonjol di bidang pertanian sebagai petani.

Orang jawa memiliki stereotipe sebagai sukubangsa yang sopan dan halus, akan tetapi mereka juga terkenal sebagai suku bangsa yang tertutup dan tidak mau terus terang. Ini disebabkan karena mereka tidak ingin terjadi konflik. Karena itulah mereka justru cenderung diam dan tidak membantah bila terjadi perbedaan pendapat. Namun tidak semua orang jawa memiliki sikap tertutup, banyak juga terdapat masyarakat suku jawa yang memiliki watak lugas, terbuka, terus terang, apa adanya, dan tidak suka basa-basi.

Masyarakat jawa juga terkenal akan pembagian golongan-golongan sosialnya. Pada tahun 1960-an seorang pakar antropologi Amerika yg bernama Clifford Geertz membagi masyarakat jawa menjadi tiga kelompok yaitu kaum santri, abangan dan priyayi. Kelompok santri adalah penganut islam yang taat, sedangkan kelompok abangan adalah kelompok penganut islam secara nominal atau penganut kejawen, dan kaum priyayi adalah kaum bangsawan atau yang sering kita sebut sebagai kaum darah biru.

Orang jawa juga terkenal dengan budaya seninya terutama dipengaruhi oleh agama hindu-buddha, yaitu pementasan wayang. Repertoar cerita wayang atau lakon sebagian besar berdasarkan wiracarita ramayana dan mahabrata. Tetapi pengaruh islam dan dunia barat ada pula.


Majenang Salah Satu Kota Kecamatan di Kabupaten Cilacap

Majenang Salah Satu Kota Kecamatan di Kabupaten Cilacap

KOTA KELAHIRANKU

Ayo gann simak:v 
Majenang adalah Kota salah satu kecamatan yang terletak di Kabupaten Cilacap, tepatnya di Cilacap bagian barat berbatasan dengan provinsi Jawa Barat. Karena letaknya yang strategis itu , maka perkembangan kecamatan tersebut terbilang maju pesat. Sebagai kota terbesar ke-2 di kabupaten Cilacap , kota Majenang terus berbenah. Mulai dari sarana dan prasarana kota sampai jalan protokol yang terus dibenahi.

Peta Majenang Dan Sekitarnya:




Di atas adalah peta kota Majenang, secara geografis kota Majenang terletak di Cilacap Bagian barat hampir berbatasan langsung dengan propinsi Jawa Barat, hanya dibatasi oleh kecamatan wanareja dan Dayeuh Luhur saja. Makanya secara kulturpun, Majenang adalah perpaduan antara Jawa dan Sunda. Bahasa keseharian penduduknya adalah campuran antara Jawa dan Sunda. Makanya gak usah heran kalau orang Jawa Barat merantau ke kota Majenang kemudian banyak penduduk yang bisa berbahasa sunda.

Meskipun memang sunda yang dipakai adalah sunda kasar. Rata-rata penduduk berbahasa sunda adalah penduduk daerah pegunungan, sedangkan pusat kota Majenang yaitu diareah ampah didominasi oleh penduduk berbahasa Jawa. Ah... pokoke Majenang itu asyik banget deh. Apalagi ada wacana yang mengatakan bahwa akan adanya pamekaran kabupaten Cilacap menjadi dua kabupaten yaitu Cilacap Timur dan Cilacap Barat. Saya sih beraharap agara wacana tersebut bisa terwujud, dan yang menjadi kota madya adalah Majenang. Biar kala ngurusin apa aja lebih mudah, karena lebih dekat dengan pusat pemerintahan.

Sebagai sebuah kota kecamatan, Majenang bisa dibilang sangat maju. Hal ini bisa dilihat dari berbagai fasilitas yang dimiliki. Mulai dari fasilitas ekonomi,pendidikan,sosial, dan fasilitas umum lainya.

FASILITAS YANG TERSEDIA
Fasilitas ekonomi ; Majenang memilki pasar tradisonal terbesar di Cilacap Barat. Menempati lahan seluas 5 ha dengan investasi senilai 20 M, menjadikan pasar tersebut sebagai salah satu pasar tersibuk di Kabupaten Cilacap. Tercatat 10 kecamatan disekitar Majenang memanfaatkan keberadaan pasar tersebut. Bahkan kecamatan Salem( Kab. Brebes) manjadikan pasar tersebut sebagai “kota” nya. Selain itu Majenang memiliki berbagai pusat perbelanjaan mulai dari mini market sampai Dept. Store. Tercatat ada Alfa Mart (3 buah), Indomaret, toserba Labana, toserba Sumber Urip, Laksana Baru Swalayan, dan Yogya Dept. Store. Belum lagi pusat pertokoan yang tersebar di berbagai penjuru kota. Dibidang perbankan Majenang memiliki BRI ( kantor cabang) BRI unit, BCA,Danamon,BNI 46,BPD Jateng,Mandiri,BTPN,Mega Syariah, dan masih banyak lainya.

Fasilitas pendidikan; Majenang bisa dibilang sebagai Kota pendidikan. Mulai dari Tk sampai Perguruan Tinggi tersedia,dan yang paling penting adalah kualitas pendidikan di Majenang bisa dibilang terbaik ke-2 di Cilacap.

Fasilitas umum ; Majenang memiliki 3 buah Rumah Sakit yaitu RSUD Majenang, RS Bersalin Duta Mulya, dan RS Islam Amanu. Kantor samsat online , Pengadilan Negeri Cilacap yang bertempat di Majenang, alun alun dengan masjid agung yang megah,taman kota (dalam proses pembuatan).

Saking majunya kecamatan berpenduduk 130 ribu jiwa itu maka pada tahun 1999 hampir saja dijadikan sebagai kota Administrasi. Namun yang berkembang sekarang adalah menjadikan Majenang sebagai kota kabupaten. Maka proses pemekaran pun telah dimulai sejak tahun 2000 an. Mulai dari membentuk Presidium pemekaran sampai dengan studi keleyakan pemekaran.

Dengan segala kelebihan yang dimiliki maka Majenang sangat layak untuk dijadikan sebagai ibu kota kabupaten....

KEBUDAYAAN DAN KEPERCAYAAN
Dalam segi budaya khususnya di bidang seni musik dan suara lebih banyak megadop budaya Sunda, seperti wayang Golek, Reog Sunda (ngabodor) dan Jaipongan. Tradisi masyarakat dalam berpakaian dan "ritual hajatan" untuk meramaikan/merayakan dalam rangka perkawinan atau "sunatan" masih dilakukan secara "adat Sunda".

Walaupun hampir semuanya mengaku muslim tapi dalam ritual keagamaan dan adat, masyarakat masih banyak dipengaruhi oleh Budaya Hindu, seperti membuat sesaji dan masih kuatnya faham animistis dan dinamistis. Adalah biasa bagi sebagian mereka bila ziarah kubur melakukan pembakaran kemenyan, membawa sesaji dan menyampaikan suatu permintaan kepada "Ahli Kubur" layaknya minta kepada Tuhan. Dalam peristiwa adat pelaksanaannya masih dipimpin oleh "Kokolot" (Pemangku Adat). Dan untuk Lokasi tertentu yang dikeramatkan selalu ada "Juru Kunci"-nya.

Sebagian besar anak muda sudah mulai meninggalkan upacara-upacara adat, dan berfikir lebih rasional dalam memandang dan memilih yang dianggap sakral.

Ada beberapa musholla (disebutnya "Langgar") tapi sedikit jama'ahnya untuk berjama'ah "salat lima waktu" dan sampai tahun 1980-an hampir semua penduduk tidak melakukan Rukun Islam, kecuali membaca "Syahadat" (atas tuntunan penghulu nikah) saat akan akan melakukan pernikahan. Setelah tahun 1980an ada da'wah yang dilakukan oleh penduduk asli (yang telah belajar di pesantren) dan ada pula yang dilakukan oleh para pendatang (biasanya guru agama Islam di sekolah dasar), dan sejak itu sebgian penduduk mulai melaksanakan Salat dan Puasa Romadon. Di beberapa Musholla--saat ini sudah berstatus Masjid Jami--sudah didirikan Shalat Jum'at. Sejak tahun 2000-an M sebagian besar penduduk sudah menjalankan Rukun Islam, bahkan sudah ada yang melaksanakan Haji


Tempat Wisata di Cilacap

Tempat Wisata di Cilacap

Hy semua bertemu lagi dengan admin kali ini admin akan membahas tentang Tempat Wisata di Cilacap
Ok,langsung saja ini dia tempat wisata yang ada di Cilacap

1. Pulau Nusakambangan, Begitu Menawannya Sang Pulau Penjara.

Pulau Nusakambangan Cilacap
Foto : adipala.com
Pulau ini memang adalah tempat perasingan narapidana dengan kasus besar di Indonesia. Pulau ini terletak di sebelah selatan Cilacap, untuk menuju kesini  bisa menggunakan kapal nelayan dari Teluk Penyu dengan jarak tempuh selama 10 menit.

Walaupun merupakan pulau perasingan, dengan penjara berisi terpidana kelas kakap, pulau ini tetap memiliki daya tarik wisata tersendiri. Daya tarik wisata yang dimiliki oleh pulau ini antara lain hutan cagar alam, keindahan batu karang, hutan belantara, gua, benteng, serta pantai. Disini ada benteng Karang Bolong dan Benteng Pendem, sementara untuk pantai, ada Pantai Karang Pandan.

2. Pantai Teluk Penyu, Manyajikan Ganasnya Ombak Pantai Selatan.

Pantai Teluk Penyu Cilacap
Pantai Teluk Penyu menjadi pantai yang sangat terkenal di Cilacap, lokasinya sangat mudah dicapai karena berada tidak jauh dari pusat kota atau tepatnya berada di Kecamatan Cilacap Selatan. Disini  akan mendapatkan sebuah pantai dengan ombak yang sangat besar dengan pemandangan Pulau Nusakambangan yang terlihat jelas diseberangnya.

Kalian juga bisa melihat banyak perahu-perahu nelayan di sekitar pantai. Kalian juga bisa membeli hasil tangkapan mereka. Disepanjang pantai juga ada resto yang menyediakan kuliner seafood segar. Selain itu disini juga terdapat banyak toko souvenir yang menjual berbagai kerajinan laut.

3. Kampung Laut, Surga Kuliner Laut Dan Melihat Kehidupan Masyarakat Lokal Yang Hidup Dari Laut.

Kampung Laut adalah tempat yang wajib dikunjungi bagi pencinta kuliner laut. Jadi kampung ini ternyata manjadi tempat berkembangnya lobster dan kepiting Gemes. Tentu saja akan ada berbagai macam sajian seafood yang mantap disini.
Untuk menuju kampung ini harus melewati Nusa Kambangan dan menyusuri Hutan Bakau terlebih dahulu. Kampung ini terdiri dari rumah-rumah yang berdiri di atas  laut Anak Segara.

Objek wisata yang bisa dinikmati di kampung ini adalah hutan bakau, fauna laut, dan Gua Karst. Selain itu  juga bisa berbaur dengan masyarakat lokal dengan kehidupan unik karena hidup diatas perairan laut dan begitu menjaga laut sebagai tempat penghidupan mereka.

4. Benteng Pendem, Menapaki Benteng Pertahanan Belanda Dijaman Penjajahan.

Benteng Pendem Cilacap
Foto : Wikipedia
Benteng Pendem di Cilacap ini merupakan peninggalan Belanda saat masa penjajahan dulu. Dalam bahasa Belanda benteng ini sering disebut dengan “Kusbatterij Op De lantong Te Tjilatjap”. Benteng ini terletak 0,5 km ke arah selatan dari Obyek Wisata Teluk Penyu dan berada di atas tanah seluas 6,5 Ha, di kawasan Pantai Teluk Penyu Cilacap.
Benteng Pendem ini merupakan markas pertahanan tentara Hindia-Belanda yang dibangun secara bertahap pada tahun 1861-1879.

Bangunan Benteng Pendem ini masih kokoh berdiri, dengan dikelilingi parit. Selain itu, Benteng Pendem ini juga mempunyai 60 kamar/ barak, benteng pengintai, gudang senjata, terowongan, ruang penjara, ruang rapat, ruang amunisi, ruang tembak dan 13 tempat-tempat penting untuk pertahanan yang dikelilingi oleh pagar dan parit serta tertimbun tanah sedalam 1-3 meter.
Benteng Pendem Cilacap
Foto : Wikipedia
Disini bisa mengamati bagaimana napak tilas Hindia-Belanda membangun pertahanan di Nusantara.Kalian juga bisa menikmati keindahan tempat wisata ini dengan brbagai fasilitas seperti tempat istirahat, gazebo, ayunan, kolam pemancingan dan sejumlah patung dinosaurus. selain itu dari atas benteng pendem,juga bisa melihat pemandangan pulau nusakambangan dengan sangat jelas.

5. Pantai Indah Widarapayung, Pantai Indah Yang Pernah Terimbas Tsunami Pangandaran.

Pantai ini ternyata pernah diterjang bencana tsunami pangandaran pada 2006 silam. Letak pantai ini berada di sebelah timur Cilacap, tepatnya di Kecamatan Binangun.
Wilayah pantai Widarapayung memang tidak terlalu luas, namun kondisi pantainya sangat landai dan dipagari pohon kelapa, sehingga membuat pantai ini begitu menawan.

Pantai ini memiliki gelombang yang cukup besar dan cocok sebagai tempat berselancar. Karena itu disini terdapat klub selancar bernama WSC (Widarapayung Surfing Club). Bahkan tempat ini pernah dijadikan tempat untuk Surf Contest Nasional dengan tema Widarapayung Surf Contest pada tahun 2010 dan di ikuti oleh para Surfer, Surfgirl nasional dan mancanegara.

6. Pantai Karang Pandan, Pantai Yang Eksotis Di Kawasan Nusa Kambangan.

Pantai Karang Pandan memiliki keindahan yang tidak kalah dengan Pantai Teluk Penyu. Pantainya cantik dengan pasir putihnya. Tapi perlu hati-hati jika bermain dipantai ini karena ombaknya relatif besar dan banyak karang.

Untuk sampai di Pantai Karang Pandan,  harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki. Dalam perjalanan ini  akan melewati Benteng Karang Bolong. Jadi  bisa sebentar mampir melihat-lihat keadaan benteng ini sekaligus menikmati sejarah Indonesia dimasa kolonial Belanda.

7. Sedekah Laut, Larungan Ala Cilacap Sebagai Ucapan Syukur Pada Tuhan.

Sedekah Laut adalah salah satu budaya di Cilacap yang sudah turun temurun berlangsung sejak zaman pemerintahan Adipati Cakrawerdaya III pada tahun 1817. Akan tetapi, tradisi tersebut sempat terhenti dan dihidupkan kembali semasa Bupati Poedjono Pranjoto pada tahun 1982 hingga saat ini.

Sedekah laut acara tahunan dengan melakukan pelarungan sesaji berupa makanan dan kepala kerbau ke tengah laut. Acara ini biasa di laksanakan di teluk penyu, biasa nya sebelum di larungkan sesaji di arak terlebih dahulu sepanjang perjalanan menuju teluk penyu.
***
Bagaimana apakah mulai tertarik untuk mengeksplorasi wisata-wisata indah di Cilacap ini? Ayo mulai kemasi tas dan jalan-jalan ke Cilacap. Ohiya masih ada banyak destinasi wisata tersembunyi di Cilacap. Jika ada  yang tau dan mau memberikan rekomendasi, jangan segan-segan berbagi di komentar (komen pakai bahasa ngapak ya)

Ora Ngapak, Ora Kepenak!