Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts
 Alat Musik Tradisional Kalimatan Tengah

Alat Musik Tradisional Kalimatan Tengah

Siapa yang tahu alat musik tradisional dari Kalimantan Tengah? Seperti daerah-daerah lainnya, Kalimantan salah satu daerah yang tidak kalah dengan daerah-daerah lainnya yang memiliki berbagai khasa daerahnya, tidak terkecuali alat musik. Kalimantan tengah memiliki alat musik tradisional yang khas meskipun belum begitu terkenal, Alat Musik Tradisional dari Kalimantan Tengah ini adalah Garantung. Garantung merupakan alat musik tradisional sejenis Gong, namun banyak perbedaan antara alat musik gong dan garantung, perbedaan antara gong dan garantung diantaranya terletak pada bunyi yang dihasilkan, bunyi yang dihasilkan oleh alat musik gong pada gamelan Jawa terdengar getaran bunyi lebih panjang, sedangkan bunyi yang dihasilkan oleh Garantung getaran bunyi pendek. 
   
       Selain itu, perbedaan alat musik ini dengan gamelan Jawa tampak pada jumlah dan cara memainkannya, Garantung lebih merujuk pada instrumen Kempul. Namun dalam hal ini, Garantung lebih mendominasi permainannya untuk hal melodi pada ansambel ritual dan merupakan instrumen utama, dan Garantung dimainkan dengan tempo yang lebih cepat. Sedangakan dalam memmainkannya, Garantung dibunyikan dengan menggunakan pemukul atau stick (alat tabuh) yang terbuat dari bahan kayu, tak ada bahan yang khusus untuk pemukul Garantung yang terpenting kayu tersebut kuat untuk dipergunakan sebagai alat pemukulnya. Pada ujung pemukul tidak dilapisi dengan kain, karet ataupun bahan lainnya. Besarnya alat pemukul pun tidak ada ukuran tertentu, yang penting sesuai untuk menghasilkan bunyi apabila Garantung dimainkan.

baca juga : Budaya Pindahan Rumah

Dilihat dari Jenisnya, Garantung terbagi dalam beberapa jenis, yaitu:
� Garantung Bandih (bende dalam istilah di Jawa) yang berbentuk kecil tetapi memiliki nada yang tinggi
� Garantung Lisung dengan ukuran sedang yang bernada dasar : D atau C
� Garantung Papar berukuran besar yang bernada dasar : A
� Garantung Tantawak berukuran kecil yang bernada dasar : G atau E

       Secara umum, alat musik Garantung Kalimantan Tengah ini tidak memiliki warna yang mengkilap dengan warna khas gamelan dari daerah lainnya denga sepuhan, akan tetapi dibiarkan tetap berwarna hitam dan kasar pada permukaannya. Dalam memainkan alat musik Garantung tidaklah sulit, sehingga alat musik ini dapat dimainkan oleh berbagai kalangan, baik orang tua, kaum muda, bahkan oleh anak-anak, dan wanita, selama mereka mampu dan paham pakem dari musik yang akan dimainkan. Selain menjadi bagian instrumen dalam sebuah alunan musik, dalam komunitas masyarakat Suku Dayak, Garantung juga digunakan untuk memberi tahu masyarakat luas tentang adanya suatu acara atau pesta yang dilaksanakan oleh salah satu keluarga, dan dari salah satu kampung ke kampung lain. Hampir dalam setiap upacara ritual, Garantung menjadi alat musik yang dominan, baik untuk mengiringi Balian (para dukun adat/pemimpin upacara) menari dan menyanyikan mantra, mengumpulkan masyarakat, sehingga begitu terdengar hingga kejauhan. Di kalangan masyarakat suku Dayak, Garantung juga dipercaya sebagai salah satu benda adat yang diturunkan dari Lewu Tatau (surga atau khayangan) sebagai salah satu alat untuk berkomunikasi dengan roh-roh leluhur. Hingga kini keyakinan itu masih dipegang oleh masyarakat Dayak yang menganut agama Kaharingan (agama leluhur suku Dayak). BACA : Mengenal Tari Dekabua dan Tari Linda asli Kabupaten Muna
       Bagi masyarakat suku Dayak yang sudah menganut agama baru (bukan Kaharingan), tentu kepercayaan bahwa Garantung adalah benda keramat sudah tidak mereka yakini lagi. Selain sebagai alat musik tradisional, dalam komunitas masyarakat adat suku Dayak, Garantung juga menjadi salah satu benda berharga yang berfungsi sebagai barang adat dan dijadikan sebagai alat tukar untuk menilai sesuatu barang atau jasa. Keperluan sebagai barang adat itu masih berlangsung hingga sekarang, khususnya pada acara adat perkawinan. Garantung menjadi salah satu mas kawin atau barang permintaan yang harus diserahkan kepada pihak ahli waris mempelai perempuan. Salah satu istilah dalam persyaratan adat perkawinan yaitu Garantung Kuluk Pelek dalam bahasa Ngaju. Selain itu, dahulu, Garantung juga menjadi salah satu penanda status sosial seseorang atau keluarga. Semakin banyak garantung yang dimiliki oleh seseorang atau keluarga tersebut, maka akan semakin tinggi status sosial yang bersangkutan dan semakin tinggi pula ia dihormati di masyarakat. Begitulah suku Dayak di Kalimantan Tengah dalam menajaga dan menjalankan tradisinya terhadap suatu benda pusaka yang dikeramatkan. Semoga kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki bangsa ini tetap lestari di bumi pertiwi ini, sebagai bukti harga diri bangsa yang sejati. Salam Budaya

Sumber : http://www.kebudayaanindonesia.net
Mengenal Marga Suku Batak

Mengenal Marga Suku Batak

Daftar Marga Batak Sesuai dengan Abjad:


A

Ajartambun � Akarbejadi � Ambarita � Angkat � Aritonang � Aruan


B     baca juga : Inilah Budaya Indonesia yang Mulai Memudar !

Bako � Banjarnahor � Banuarea � Barasa � Bagariang � Bakkara � Bangun � Barus � Barutu � Batubara � Butarbutar � Bukit � Brahmana � Bancin � Boliala


C

Capah � Cibro


D

Dalimunthe � Debataraja � Daulay � Doloksaribu � Depari � Damanik


G

Ginting � Girsang � Gultom � Gurning � Gurusinga � Gajah


H     baca juga : Mengenal Bahasa Medan

Harianja � Harahap � Hasibuan � Hasugian � Hotmatua � Hutabarat � Hutagaol � Hutahaean � Hutajulu � Hutasoit � Hutapea � Hutasuhut � Hutauruk � Hutagalung


K

Kaban � Kacaribu � Kacinambun � Karokaro � Kasilan � Keloko � Kembaren � Ketaren � Kudadiri � Karo � Karosekali � Kombara


L

Limbong � Lingga � Lubis � Lumbanbatu � Lumbangaol � Lumbannahor � Lumbanpea � Lumbanraja � Lumbansiantar � Lumban � Lumbantoruan � Lumbantungkup


M

Malau � Manalu � Manik � Manullang � Manurung � Marbun � Marpaung � Matondang � Meliala � Munthe � Manihuruk


N

Nababan � Nadapdap � Nadeak � Naibaho � Naiborhu � Nainggolan � Naipospos � Napitupulu � Nasution � Napitu � Nandebiring


P

Padang � Pakpahan � Pandia � Pandiangan � Pane � Pangaribuan � Panggabean � Panjaitan � Parapat � Pardede � Pardomuan � Pardosi � Pasaribu � Perangin-angin � Pinem � Pohan � Pulungan � Purba


R      baca juga : Kebudayaan Jawa di Indonesia

Rambe � Rajagukguk � Rangkuti � Ritonga � Rumahorbo � Rumapea � Rumasingap � Rumasondi


S

Sagala � Saing � Samosir � Saragi � Saruksuk � Sarumpaet � Sembiring � Siadari � Siagian � Siahaan � Siallagan � Siambaton � Sianipar � Sianturi � Sibabiat � Sibagariang � Sibangebange � Sibarani � Sibayang � Sibero � Siboro � Siburian � Sibuea � Sibutarbutar � Sidabalok � Sidabutar � Sidabungke � Sidahapintu � Sidauruk � Sigalingging � Sihaloho � Sihite � Sihombing � Sihotang � Sijabat � Silaban � Silaen � Silalahi � Silitonga � SinaBang � Simalango � Simamora � Simandalahi � Simangunsong � Simanjorang � Simanjuntak � Simanungkalit � Simaremare � Simargolang � Simarmata � Simatupang � Simbolon � Simorangkir � Sinabariba � Sinaga � Sinambela � Singarimbun � Sinuhaji � Sinulingga � Sinukaban � Sinukapar � Sinupayung � Sinurat � Sipahutar � Sipayung � Sirait � Siregar � Siringo-ringo � Sitanggang � Sitepu � Sitindaon � Sitinjak � Sitohang � Sitompul � Sitorus � Situmeang � Situmorang � Situngkir � Solia � Solin � Sormin � Sukatendal � Surbakti � Sinuraya � Silitonga


T

Tamba � Tambun � Tambunan � Tampubolon � Tanjung � Tarigan � Tarihoran � Tinambunan � Tinendung � Tobing � Togatorop � Togar � Torong � Tumangger � Tumanggor � Turnip � Turutan � Tigalingga


U

Ujung


Daftar marga Batak ini dapat mengacu kepada:


*Marga Batak Silindung di Tarutung, Sipoholon, Pahae, dan sekitarnya

*Marga Batak Samosir di Pulau Samosir dan sekitarnya

*Marga Batak Humbang di Siborongborong, Dolok Sanggul, Lintongnihuta, dan sekitarnya

* Marga Batak Toba di Balige, Porsea, Laguboti, dan sekitarnya

*Morga Simalungun di Kabupaten Simalungun dan sebagainya

*Merga Karo di Kabupaten Karo dan sebagainya

*Marga Pakpak di Kabupaten Dairi, Kabupaten Pakpak Bharat, dan sebagainya

*Marga Angkola di Padangsidimpuan, Sipirok, dan sekitarnya

*Marga Padang Lawas (Padang Bolak) di Kabupaten Padang Lawas, Kabupaten Padang Lawas Utara, dan sekitarnya

*Marga Mandailing di Kabupaten Mandailing Natal dan sebagainya


Mengenal Marga Batak....!!! | Indonesia | Semua Tentang Indonesia
Mengena Budaya Pindahan Rumah

Mengena Budaya Pindahan Rumah

Budaya Pindahan Rumah

Hy,semua ketemu lagi nih dengan admin yang udah gak lama ngepos kali ini akan ngepos lagi.Kali ini admin akan membahs tentang budaya pindahan rumah.Ok,langsung saja ini dia budaya pindahan rumah.


Orang Bugis yang tinggal di Sulawesi Selatan punya tradisi pindah rumah yang sangat unik. Bagi Suku Bugis, pindah rumah artinya adalah memindahkan rumah ke lokasi yang baru, tidak hanya sekedar menempati rumah baru yang berada di lokasi lain. Rumah adat Suku Bugis memang berupa rumah panggung kayu yang mudah digotong dan dipindahkan ke lokasi yang lain. Pada saat pemindahan tersebutlah kita bisa melihat budaya gotong royong warga satu kampung yang sekarang ini sudah sangat jarang dijumpai.


Sebelum rumah tersebut dipindahkan, barang-barang yang ada di dalam rumah tersebut harus dikeluarkan dari dalam rumah untuk menghindari kerusakan. Kemudian tiang-tiang yang ada di bawah rumah panggung tersebut dipasangi bambu yang berguna untuk mengangkat rumah. Pengangkatan rumah tersebut dilakukan oleh warga satu kampung dan dikomando oleh ketua adat atau kepala kampung. Ketua kampung tersebutlah yang akan memberikan aba-aba kapan harus mengangkat, berjalan, kecepatan langkah dan sebagainya.

Sebelum melakukan pengangkatan rumah, prosesi ini biasanya akan diawali dengan pembacaan doa yang dilakukan oleh imam kampung. Doa tersebut dilakukan dengan harapan agar semua prosesi pemindahan rumah tersebut bisa berjalan dengan lancar. Semua yang ikut dalam proses pemindahan rumah adalah kaum laki-laki, sedangkan kaum perempuan bertugas untuk memasak makanan. Ada 2 jenis makanan yang disajikan untuk para laki-laki yang melakukan pemindahan rumah tersebut. Makanan yang disajikan sebelum proses pindahan adalah kue-kue tradisional khas Suku Bugis seperti bandang, baronggo, suwella bersama dengan teh atau kopi. Makanan kedua disajikan setelah proses pemindahan rumah selesai berupa masakan sup saudara yang merupakan salah satu makanan khas Sulawesi Selatan. Selain itu, disajikan juga berbagai masakan dari ikan bandeng yang dibumbui saus kacang.


Tradisi gotong royong ini sudah tidak mungkin lagi dilakukan oleh orang yang tinggal di rumah modern yang terbuat dari semen. Tradisi ini juga memperlihatkan betapa kayanya budaya yang bangsa kita miliki dan mungkin saja tidak dimiliki oleh bangsa lain di dunia.

Itu,tadi adalah budaya pindahan rumah yang dilakukan oleh suku Bugis.Bagaimana unik kan?.Semoga kita bisa selalu menjaga budaya tersebut.

keyword:
budaya,budaya pindahan rumah,pindahan rumah,budaya suku Bugis,suku Bugis,Sulawesi Selatan,budaya Sulawesi,budaya Sulawesi Selatan,budaya unik
Mengenal Kampung Lukis Jelekong Baleendah Bandung

Mengenal Kampung Lukis Jelekong Baleendah Bandung

Kampung Lukis Jelekong

Hy,ketemu lagi dengan admin setelah hampir 1 minggu tidak ngepos akhirnya bisa ngepos lagi kali ini admin akan memberikan info tentang Kampung Lukis Jelekong yang ada di Jawa Barat.Ok,langsung saja ini dia Kampung Jelekong

Kampung Seni Budaya Jelekong terletak di Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.



Seakan mirip Ubud Bali yang menjadi gudang seniman handal dari seniman Giriharja Jelekong terkenal sebagai seniman wayang golek, seni lukis, serta sejumlah kesenian lainnya seperti sisingaan, jaipongan, pencak silat, dan lainnya.




Desa wisata Jelekong pastinya terkenal sebagai tempat pelukis handal di Bandung. Keahlian melukis pada penduduk Jelekong diwariskan secara turun temurun dari seniman lukis, Odin Rohidin. Dari Odin Rohidin inilah kemudian terbentuk kampung pelukis di Bandung. Saat ini hampir sekitar dua ratus kepala keluarga di Jelekong yang bisa hidup berkecukupan dengan produksi lukisan-lukisan itu. Harga lukisan dari Jelekong kebanyakan cukup murah, namun tetap memiliki kualitas yang tidak kalah dengan lukisan mahal. Seringkali pelukis Jelekong membuat lukisan yang sesuai dengan selera pasar. Karena itu inovasi dan kreasi tetap menjadi modal utama dari para pelukis Jelekong.

Giriharja




Giriharja terletak di Jl. Giriharja Rt 01/01, Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupan Bandung. Lokasinya tidak jauh dari kantor kelurahan, yakni sekitar 500 meter dari kantor kelurahan.

Giri Harja merupakan nama tempat yang didirikan oleh Dalang Abah Sunarya (alm) pada tahun 1920-an, terutama dengan melestarikan dan mengembangkan seni pertunjukan Wayang Golek Sunda, yang bisa disebutkan ‘paradigma’ kebudayaan Sunda.



Di dalam media, keluarga seni Giri Harja juga dianggap sebagai ‘Dinasti Sunarya’. Sampai sekarang, di Giri Harja sudah ada empat generasi seniman, Dalang dan Nayaga. Di antaranya ada juga Tokoh Budaya yang terkenal dan terpopuler , seperti Dalang H.Asep Sunandar Sunarya, Dalang H. Ade Kosasih Sunarya (alm.), dan lainnya.

Wayang merupakan kesenian yang khas di Indonesia khususnya di pulau Jawa. Isinya menggambarkan perbuatan baik dan buruk. Ada dua jenis wayang yaitu Wayang Kulit dan Wayang Golek. Wayang Kulit merupakan wayang dua dimensi juga sering dikenal sebagai boneka bayang-bayang. Wayang Kulit lebih populer di sekitar Jawa Tengah hingga Bali.



Wayang Golek adalah boneka kayu tiga dimensi dan berasal dari Jawa Barat. Permainan Wayang Golek pada umumnya mulai pada senja hingga subuh, para penonton bebas menyaksikan sesuka hatinya. Orang yang memainkan Wayang Golek disebut Dalang. Ada dua jenis cerita yang disajikan dalam pertunjukan Wayang Golek yaitu cerita Mahabarata dan cerita Ramayana. Tokoh-tokoh yang ada dalam cerita pewayangan yaitu Rama, Sinta, Anoman, Rahwana, Gatot Kaca Pandawa Lima, dan lainnya. Setiap tokoh wayang memiliki kar akter masing-masing. Wayang Golek terdiri dari bagian-bagian yang dapat dipisahkan.

Wayang Golek memiliki ukiran yang sempurna, dengan warna yang indah dan mencolok. Pakaian Wayang Golek dihiasi dengan manik-manik dan batik. Beberapa Wayang Golek mempunyai sayap dari kulit yang diukir dan dicat. Pembutan Wayang Golek diukir dengan tangan sehingga terlihat unik. Pengrajin wayang menggunakan bulu dari kelinci untuk memperoleh bentuk dan detil rambut yang sangat baik.



Paket Seni Budaya Giriharja


Para seniman-seniman Giri Harja, menyediakan berbagai Seni Budaya, Kerajinan dan Cindramata (Suvenir) yang dapat dipentaskan di berbagai acara sebagai berikut :


Wayang golek : Pertujukan atau atraksi, demo pembuatan wayang dan merakit wayang (system pembelajaran atau satu paket) 
Upacara Adat 3. Kecapi suling 
Jaipongan 
Degung 
Kliningan 
Pop Sunda 
Pencak silat 
Rampak Dalang Bocah cilik atau Tunggal 
Kerajinan Wayang Golek dan Cindramata (suvenir)Kampung Pelukis



Sepanjang jalan utama Jelekong, akan disuguhkan ratusan kanvas pada kanan dan kiri jalan. Ada sekitar dua puluh galeri di sepanjang jalan ini. Bau cat yang masih basah langsung tercium saat kita memasuki kampung ini. Ada sekitar enam ratus pelukis yang menghasilkan karyanya di Jelekong. Setiap pelukis ini tentu memiliki ciri khas masing-masing dalam setiap karyanya. Hal ini tentu bukan hal yang aneh lagi warga kampung pelukis di Bandung ini.



Beberapa lukisan khas dari Jelekong adalah lukisan tentang panorama pedesaan, adu ayam, buah-buahan, pacuan kuda, ikan koi, dan kereta kencana. Karya lukisan ini tidak hanya dipasarkan di Bandung, namun sudah merambah luar kota, seperti Bogor, Semarang, dan Bali, bahkan sampai ke luar negeri, seperti Arab Saudi dan Malaysia. Beberapa galeri di Bandung memajang lukisan dari Jelekong dengan harga yang lumayan tinggi. Banyak warga Jelekong yang memang menggantungkan penghidupannya dari penjualan lukisan-lukisan.



Satu lukisan pemandangan di atas kanvas dengan ukuran 135 cm x 40 cm dihargai bervariasi mulai dari Rp. 150.000,00. Mahal tidaknya lukisan sangat tergantung dengan besarnya lukisan, tingkat kesulitan, serta cat yang dipakai. Lukisan dijual dari harga ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Kita bisa menjumpai karya-karya dari pelukis Jelekong di sepanjang Jalan Braga. Di sepanjang jalan ini kita akan menjumpai lukisan-lukisan dipajang di trotoar. Anda bisa juga langsung mengunjungi Jelekong, yang berada di kawasan Baleendah. Selain wisata budaya, ada berbagai tempat wisata lain di sekitar Jelekong, seperti Goa Landak, Curug Batukarut, dan Curug Cangkring.

Wisata Alam


Di Desa Wisata Jelekong Anda juga dapat menemukan situs alam seperti Goa Landak, Curug Cangkring, dan Curug Batukarut.

Akses


Desa Jelekong berada di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Letaknya kurang lebih berjarak 12 km dari Kota Bandung, tepat di ruas sebelah kanan jalan raya Bandung - Majalaya. Desa Jelekong merupakan wilayah kelurahan yang wilayahnya terbagi menjadi 27 Rukun Warga. Akses jalan menuju Desa Wisata Jelekong Baleendah rusak sepanjang 600 meter di Kampung Margaluyu RW 14

Galeri Kampung Jelekong:








Itu,tadi adalah sekilas tentang Kampung Jelekong ada yang berniat kesana?

Mengenal Tari Dekabua dan Tari Linda asli Kabupaten Muna

Mengenal Tari Dekabua dan Tari Linda asli Kabupaten Muna

Tarian Dekabua dan Tari Linda Asten Muna


Hai semua...
Bagaimana Kabarnya, Bertemu lagi dengan Saya...... Kita Akan Membahas...

Sekarang kita akan membahas mengenai tradisi atau budaya Indonesia, lebih tepatnya tradisi Masyarakat Muna. Kabupaten Muna merupakan salah satu Kabupaten yang berada di Sulawesi tenggara. Muna memiliki banyak sekali tradisi yang unik tentunya. Yang akan kita bahas adalah Tarian khas Masyarakat Muna, yaitu Tari Dekabua dan Tari Linda. Langsung saja Berikut Uraiannya :
Tari Tradisional Khas kabupaten Muna :

1. Tari Dekabua




Ngomong-ngomong tentang tari Tradisional, Muna juga menyimpan Tarian yang tak kalah menarik loh... . Salah satunya Tarian yang dikenal dengan sebutan Tari Dekabua. Tari ini merupakan tarian yang menggambarkan Kehidupan sehari-hari nelayan, yang merupakan profesi yang digeluti kebanyakan masyarakat Muna.

Kegiatan nelayan ini biasanya dilakukan oleh pria, sedangkan wanita mengolah hasil tangkapannya. Dan Uniknya dalam tarian ini juga disertakan atribut dan properti yang lazim digunakan oleh nelayan pada umumnya. Seperti Dayung, pakaian yang biasa dikenakan nelayan muna ketika melaut lengkap dengan capingnya, dan tentunya ikan hasil tangkapan

Gerakan Tarian pun menggambarkan nelayan ketika melaut, mulai dari menangkap ikan sampai membawa hasil tangkapan.

Tarian ini bertujuan untuk menyambut tamu kehormatan atau hanya untuk sekedar sebagai media hiburan saja. Dan Tentunya memberitau masyarakat bagaimana cara menangkap ikan yang baik dan benar. Disamping itu Tarian ini juga bertujuan untuk mengapresiasi nelayan agar tetap menangkap ikan.



2. Tari Linda



Selain Tari Dekabua , Kabupaten Muna juga memiliki tarian khas yang tak kalah Indahnya, Tari Linda Namanya. Tarian ini sudah ada sejak 300 tahun yang lalu, pada masa pemerintahan Raja Muna ke-14 La Ode Husaini yang bergelar Omputo Sangia.

Tarian ini merupakan prosesi tarian adat karya. Tarian adat karya merupakan prosesi pelamaran gadis muna selama 40 hari 40 malam. Tarian ini merupakan salah satu syarat sebelum gadis dilamar.

Awalnya tarian ini dimainkan oleh putri La ode Husaini. Seiring perkembangan zaman Tari Linda mengalami Perubahan. Saat ini Tari Linda dimainkan dengan berkelompok dengan menampilkan beberapa gerakan tambahan. Namun tanpa mengubah dasar filosofi Tarian Linda

Tarian ini hanya boleh ditampilkan di saat tertentu saja, Contohnya dalam acara penyambutan. Disamping itu, jangan main-main dalam memainkan tarian ini karena Tarian Linda memiliki nilai sakral tersendiri

Yang membuat tarian ini unik adalah jika penari menari dengan lemah lembut, tetapi tarian ini diiringi dengan musik yang cukup energic. Semakin Cepat dan energic iringan musik maka semakin lemah lembut penari tersebut dalam menari. Hal ini mengandung filosofi jika kita ibaratkan musik sebagai godaan yang terus menerpa sedangkan gerakan lemah lembut merupakan ibarat Jiwa Gadis Muna yang tenang.

Jadi Filosofi Tarian ini adalah walaupun godaan bertubi-tubi kita harus bersikap tenang dan jangan sampai terhasut oleh godaan tersebut.

****

Itulah tari-tarian Khas Kabupaten Muna, jadi jika kalian jalan-jalan ke sini kalian tidak hanya disuguhkan dengan budayanya saja, tetapi kalian akan disuguhkan dengan tari-tarian yang unik dan indah pastinya.

"Datanglah ke Kabupaten Muna, Wilayah dengan sejuta budaya nan Eksotik"